Dalam FDA Mencari Jawaban akan Arsenik di dalam Beras - Part 2 ini kita akan menelaah bagaimana arsenik ditemukan di lingkungan.
Arsenik adalah suatu unsur kimia yand didistribusikan di kerak bumi. Arsenic berasal dari gunung berapi dan dari erosi deposit mineral dan ditemukan di seluruh lingkungan dalam air, udara dan
tanah. Oleh karena itu, tidak heran jika arsenik ditemukan di beberapa makanan
dan minuman.
Kegiatan manusia juga berkontribusi dalam meningkatnya arsenik ke lingkungan. Mereka termasuk pembakaran batu bara, minyak, bensin dan kayu, pertambangan, dan penggunaan senyawa arsenik sebagai pestisida, herbisida dan pengawet kayu.
FDA telah memantau kadar arsenikdalam beras selama lebih dari 20 tahun. Sejauh ini, analisis tidak menunjukkan bukti perubahan dalam kadar arsenik
total. Perubahan adalah dimana peneliti lebih mampu
untuk mengukur apakah level tersebut merupakan bentuk beracun lebih atau kurang
dari arsenik.
Beras berasal dari seluruh dunia
dan berkembang dengan cara yang sangat berbeda dari
daerah ke daerah, dan sangat mungkin jika beras memiliki tingkat arsenik yang berbeda dalam jenis produk
yang sama.
Sampel yang lebih besar bahwa FDA mengambil akan mencakup berbagai jenis beras,
wilayah geografis di mana padi ditanam, dan berbagai makanan yang mengandung
beras sebagai bahan.
FDA mengharapkan untuk melengkapi koleksi tambahan
dan analisis sampel pada akhir tahun ini. Badan ini memberikan perhatian khusus
untuk produk beras dan beras yang dikonsumsi oleh anak-anak, serta konsumen
seperti Asia-Amerika dan orang-orang dengan penyakit celiac yang mengkonsumsi beras dalam jumlah yang lebih tinggi.
Baca sambungan artikel di Clean Air Indonesia mengenai FDA dan arsenik dalam nasi! Hati-hati atas bahaya arsenik, batasi konsumsi nasi Anda dan anak Anda.
Makan sehat = keluarga sehat
Diterjemahkan dari http://www.fda.gov/forconsumers/consumerupdates/ucm319827.htm






0 comments:
Post a Comment